Stimulasi Yang Tidak Optimal Sebagai Pemicu Keterlambatan Bicara Anak Usia Dini Di Ra Harapan Bunda Binjai Barat
Kata Kunci:
stimulasi, keterlambatan bicara, anak usia dini, RA Harapan BundaAbstrak
Kemampuan berbicara merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan anak usia dini karena berkaitan dengan kemampuan berkomunikasi, berinteraksi sosial, dan kesiapan belajar. Namun, masih banyak anak yang mengalami keterlambatan bicara akibat kurangnya stimulasi yang optimal dari lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk stimulasi yang tidak optimal, menganalisis pengaruhnya terhadap keterlambatan bicara anak usia dini, serta mengidentifikasi upaya guru dalam memberikan stimulasi yang tepat di RA Harapan Bunda Binjai Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stimulasi yang tidak optimal ditandai dengan minimnya komunikasi dua arah antara guru, orang tua, dan anak; penggunaan gawai yang berlebihan tanpa pendampingan; serta kegiatan pembelajaran yang masih berpusat pada guru. Dampak dari kondisi ini adalah keterlambatan dalam pengucapan kata, kesulitan menyusun kalimat, dan rendahnya kepercayaan diri anak dalam berkomunikasi. Upaya yang dilakukan guru antara lain melalui kegiatan bercerita interaktif, bernyanyi bersama, serta melibatkan anak dalam permainan bahasa untuk meningkatkan kemampuan berbicara. Penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara guru dan orang tua dalam memberikan stimulasi yang konsisten agar perkembangan bahasa anak dapat berkembang secara optimal
Referensi
Hilmiah et al., 2024). 2025. “No Title.” Teaching and Learning Research Journal 1(2): 56–62.
Istiqlal, 2021. 2025. “Faktor Mempengaruhi Keterlambatan Berbicara Pada Anak Usia Dini Di TK SRW Di Jawa Tengah.” Teaching and Learning Research Journal 1(2): 56–62.
Mariam, Malda, and Wandi Wardiana Rahayu. 2024. “Peran Guru Dalam Menangani Anak Yang Mengalami Gangguan Keterlambatan Bicara (Speech Delay).” Edu Happiness: Jurnal Ilmiah Perkembangan Anak Usia Dini 3(2): 225–34.