Perbandingan Pendekatan Cognitive Behavioral Therapy (Cbt) Dan Rational Emotive Behavior Therapy (Rebt) Dalam Mengurangi Kecemasan Akademik Siswa Smp

Penulis

  • Septia Putri Delima Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai Penulis

Kata Kunci:

CBT; REBT; kecemasan akademik, siswa SMP; psikologi pendidikan

Abstrak

Kecemasan akademik merupakan salah satu permasalahan psikologis yang sering dialami siswa tingkat SMP, terutama saat menghadapi tuntutan tugas sekolah, ujian, maupun tekanan capaian prestasi. Berbagai teknik intervensi konseling modern saat ini banyak digunakan untuk membantu mengatasi kecemasan, diantaranya Cognitive Behavioral Therapy (CBT) dan Rational Emotive Behavior Therapy (REBT). Artikel ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas penerapan pendekatan CBT dan REBT dalam mengurangi kecemasan akademik siswa SMP melalui studi pustaka dari jurnal-jurnal empiris dalam 5 tahun terakhir. Berdasarkan sintesis literatur, kedua pendekatan sama-sama efektif menurunkan kecemasan akademik, namun mekanisme fokus perubahan antara CBT dan REBT memiliki perbedaan konseptual: CBT menekankan modifikasi pola pikir negatif yang terbentuk dari pengalaman kognitif, sedangkan REBT berfokus pada perubahan keyakinan irasional dasar yang memunculkan emosi disfungsional. Hasil analisis literatur menunjukkan bahwa CBT lebih cepat menunjukan perubahan strategi coping belajar, sementara REBT lebih kuat pada perubahan belief system jangka panjang. Artikel ini memberikan implikasi bagi guru BK, konselor sekolah, dan psikolog pendidikan dalam memilih pendekatan intervensi yang tepat untuk siswa SMP sesuai karakteristik masalah dan kebutuhan siswa.

Referensi

Kecemasan akademik merupakan salah satu fenomena psikologis yang banyak dialami oleh peserta didik pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pada fase perkembangan remaja awal, siswa berada pada masa transisi dari tahap operasional konkret menuju operasional formal, dimana kemampuan berpikir abstrak mulai berkembang, namun regulasi emosi belum sepenuhnya stabil (Sari & Amelia, 2021). Kondisi ini menjadikan siswa SMP lebih rentan mengalami tekanan, terutama ketika berhadapan dengan tuntutan akademik, seperti tugas sekolah, presentasi, ulangan harian, maupun ujian semester (Nugrahani, 2023). Kecemasan akademik yang tidak ditangani dapat berdampak pada menurunnya motivasi belajar, penurunan capaian prestasi, kebiasaan menghindar dalam belajar, gangguan konsentrasi, bahkan bisa berkembang menjadi stres berkelanjutan dalam konteks pembelajaran (Widodo & Hapsari, 2022).

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30

Terbitan

Bagian

Articles